Selamat Datang

Mencoba Melukis Makna Dalam Deretan Aksara

Kamis, 28 Juli 2011

Facebook Merajai Dunia Situs Jejaring


Fenomena facebook yang akhir-akhir ini booming di indonesia begitu dipadati penggemar yang saat ini mencapai puluhan juta anggotanya. Facebook sebagaimana slogannya membantu mempertemukan dengan orang-orang yang anda cintai telah merajai situs jejaring social dunia maya saat ini sebagaimana berita yang saya sempat baca beberapa bulan lalu. Bahwa Facebook saat ini adalah situs jejaring social terbesar dunia. Dimana pemilik akunt Facebook saat ini telah menembus angka lima ratus juta. Sebanyak seratus empat puluh enam juta pemilik akunt Facebook ini merupakan warga Amerika serikat dan Indonesia merupakan pemilik kedua terbanyak akunt Facebook dengan pengguna sebanyak tiga puluh dua juta. 

Situs jejaring social Facebook ini bukan merupakan yang pertama karena sebelumnya sudah ada situs jejaring social seperti Facebook. Sebelumnya situs jejaring social yang pernah booming adalah MLRC yang mendunia dipenghujung tahun 90-an sampai awal 2000-an namun setelah itu penikmat situs tersebut tenggelam setelah yahoo juga membuat situs jejaring. Dan MLRC ini benar-benar memudar setelah Facebook muncul. Kemunculan facebook ini di Indonesia begitu menggemparkan hingga sepertinya Indonesia jadi perhatian sampai facebook berbahasa indonesiapun ada. Tak heran kalau pendapatan situs ini cukup menggelembung. Dari beberapa data menyebutkan bahwa keuntungan yang diperoleh situs jejaring social facebook ini pada tahun 2008 yang lalu mencapai angka tigaratus juta dolar amerika. Dari pantauan Facebook sendiri mengungkapkan bahwa lebih dari seratus empat puluh juta pemakai aktif di seluruh dunia, bahkan foto yang di upload setiap harinya mencapai delapan juta lebih. Banyaknya pemakai ini mendudukan Mark Zuckerberg sang penemu facebook pada peringkat ke tiga puluh lima, orang terkaya di amerika dengan kekayaan sebanyak US$ 6,9 miiar atau setara Rp 61,8 triliun.


Dunia facebook saat ini rasanya seperti dunia kedua, dimana dalam Facebook ini, penikmat Facebook ini berasal dari semua lapisan masyarakat. Sehingga kehidupan Facebook walaupun hanya dunia maya tapi rasanya seolah berada dalam dunia nyata. Sebelumnya facebook hanya merupakan situs jejaring antar individu, sekarang kondisi itu mulai bergeser. Sekarang dunia facebook tidak sempit lagi hanya sebatas hubungan antar individu atau kelompok tetapi saat ini facebook dilihat pelaku ekonomi sebagai sebuah pasar untuk memasarkan produk mereka, bahkan pelaku politik dan lain sebagainya melihat dunia facebook ini sebagai sarana mereka untuk mencapai tujuan-tujuan mereka.

Saya melihat bahwa facebook ini bukan hanya sebatas situs jejaring social ataupun melihantnya sebagai pasar atau panggung politik. Tapi facebook merupakan dunia yang paling bagus untuk mempelajari dan menyelami pemikiran orang lain. Dimana dalam facebook ini berbagai karakter terlihat di sini, kita bisa memahami seperti apa seseorang saat dia lagi emosi, atau kita memahami ketika seseorang berusaha membuat berbagai sandiwara yang ia mainkan untuk di tujukan pada orang lain. Seseorang dengan pemikiran negative akan keihatan dari status yang ia buat, bahkan kedewasaan atau kecerdasan seseorang terukur di facebook ini saat ia menuliskan status karena apa yang ia tulis adalah hasil pemikiran dia. Tentu ini tidak berlaku bagi semua orang karena ada sebagaian yang hanya menjadikan facebook sebagai tempat untuk bercanda dan sebatas main-main.



Malang, 28 Juli 2011
Gang, 19 Kav. 7/7

Ting Sio Ping


Tidak masalah kucing itu berwarna hitam atau belang, yang terpenting ia bisa menangkap tikus. (Ting Sio Ping)



Malang, 28 Juli 2011

Marhaban Ya Ramadhan


Tidak terasa perjalanan detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari ternyata sudah mencapai bilangan tahun. Seolah saya tidak percaya kalau tinggal dalam hitungan hari sudah mau memasuki bulan ramadhan, padahal bayangan ramadhan tahun kemarin masih membekas dengan jelas. Apakah waktu yang cepat berlalu ataukah sebuah kenangan itu tak terbatasi oleh waktu sehingga selama apapun sebuah kenangan dalam memori seolah baru terjadi kemarin. 

Secara pribadi saya mengucapkan marhaban ya ramadhan dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikan. Semoga dibulan ramadhan ini kita bisa memuhasabah diri kita, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga kita bisa menjadikan ramadhan ini sebagai bulan untuk mengoreksi kisah masa silam kita untuk kemudian membuat episode kehidupan yang lebih baik karena orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung.



Malang, 28 Juli 2011 

Rabu, 27 Juli 2011

Kisah Keranjang Kehidupan


Alkisah, disebuah kerajaan kecil ada seorang pemuda desa yang jujur dan idealis yang karirnya tengah menanjak. Setelah beberapa tahun mengabdi sebagai pegawai kerajaan, akhirnya ia dipromosikan sebagai pejabat pengawas keuangan. Karena kejujuran dan idealismenya ia dianggap mampu mengawasi keuangan keraajaan yang dikorupsi oleh pejabat lainnya. Karena begitu idealismenya menentang dan menindak pejabat korup, akibatnya baru beberapa bulan memangku posisinya, si pemuda panen ancaman dan tekanan.

Merasa hidupnya selalu tertekan dan terancam, hatinya mulai goyah. ditengah kegundahan itu ia pergi memnemui seorang kakek tua yang menjadi panutan di desanya. Setelah si pemuda menguraikan duduk persoalannya sang kakek menanggapinya dengan memberinya sebuah keranjang untuk dipanggul sipemuda. Setelah  itu sikakek mengajak sang pemuda menelusuri jalan-jalan pedesaan sambil sang pemuda memunguti batu yang ditemui ditengah jalan kemudian disimpan didalam keranjangnya. Setelah berjalan cukup jauh keranjang hampir dipenuhi batuan dan nafas si pemuda mulai tersengal dan jalannya terseok karena kepayahan.

Sesampai dibawah pohon rindang,sikakek bijak meminta sipemuda beristrahat dan menaruh keranjangnya dan kemudian menasehatinya. Keranjang dan batu-batu itu sesungguhnya hampir sama dengan kehidupan saat ini. Saat kita baru lahir di dunia, kita sama seperti keranjang kosong, lalu dalam perjalanan hidup kita memungut apapun yang kita inginkan dan memasukannya kedalam keranjang kehidupan kita, masa remaja, masa dewasa, keluarga, prestasi, kesenangan, keinginan, pekerjaan, tanggung jawab, idealisme dan masalah. semua itu ada harganya, semakin jauh perjalanan kehidupan kita maka semakin berat pula keranjang kehidupan kita.

Sepanjang kehidupan kita yang namanya masalah, kesulitan, hambatan dan tantangan pasti selalu ada, dan setiap kali kita berhasil melewati satu masalah, kita pasti tumbuh menjadi lebih matang lagi dalam kehidupan ini. Dan masalah tidak akan pernah berhenti mempermainkan kita selama kita masih berjalan tegak dimuka bumi ini. Begitu banyak orang yang mengeluhkan beban hidup dari profesi apapun dia. Banyak orang yang memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis karena tidak tahan menanggung beban hidup yang dirasakan cukup berat. Kehidupan itu seperti sebuah panggung interaksi sosial yang memberikan kita getar rasa kebahagiaan. Kehidupan adalah medan laga yang mengantarkan kita pada sebuah penaklukan menuju kemenangan sejati.

"Seberat apapun persoalan yang dihadapi, hadapilah dengan senyum sampai ia terpikat padamu".



Malang, 27 Juli 2011
Gang, 19 Kav. 7/7

Selasa, 26 Juli 2011

Sabar


Sabar itu seperti beringin, terpaan badai hanya membuatnya meliuk dengan indah. Sabar itu seperti beringin yang kokoh berdiri, terpaan badai tidak membuatnya roboh. Sabar itu seperti ombak yang secara terus menerus menyampu bibir tebing tidak kenal waktu, . Setiap sentuhan merapuhkan bagian tebing sedikit demi sedikit hingga kemudian beninggalkan cekungan besar pada tebing.  Sabar itu seperti kaktus yang bertahan di tengah gersangnya gurun. Sabar itu seperti kupu-kupu yang terus berproses hingga mencapai kesempurnaan. 

Sabar itu saat kita diterpa berbagai cobaan dan kita sanggup bertahan dari setiap hantaman yang datang silih berganti. Sabar itu saat kita tertimpa musibah tapi kita tetap berdiri dengan tegar. Sabar itu saat kita berhasil menerobos dengan gagah saat badai datang menerpa. Sabar itu saat kita mampu berproses dan menyesuaikan diri kita dengan kondisi yang kita hadapi. Sabar itu saat kita mampu menahan emosi menunggu seseorang yang datang tidak tepat waktu. Sabar itu saat kita di rendahkan tapi kita masih mampu tersenyum...



Malang, 26 Juli 2011

Kata Bijak


Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. ~ Einstein


Malang, 26 Juli 2011

Menjaring Asmara Lewat Ruang Publik


(Asmara dalam catatan ini adalah Aspirasi Masyarakat)

Sebuah gelombang protes masyarakat atas ke tidak puasan sipil terhadap pemerintahan bangsa Indonesia belum lama ini di kenal dengan gerakan reformasi, Gerakan yang di pelopori oleh mahasiswa telah merubah paradigma penyelenggaraan pemerintahan negeri ini. Keberhasilan sipil menggulingkan pemerintahan otoriter saat itu memicu pencarian model pemerintahan yang cocok dengan kondisi bangsa saat itu. Kondisi ini merubah system pemerintahan bangsa ini dari government menuju good governance. Pemerintahan government yang merupakan pemerintahan sebelumnya hanya mengandalkan peraturan-peraturan dalam pemerintahannya, system pemerintahan government ini sangat berbeda dengan good governance yang dalam pemerintahannya tidak hanya mengandalkan peraturan-peraturan dalam pemerintahannya, tapi melibatkan pihak-pihak di luar pemerintah, seperti pihak swasta dan masyarakat sipil. Dalam pemerintahan good governance ini mengandalkan keterlibatan pihak swasta dan masyarakat sipil.

Dilibatkannya swasta dan masyarakat sipil dalam pemerintahan diharapkan akan mempermudah kinerja pemerintahan, karena pelibatan pihak ini diharapkan akan membawa keterwakilan aspirasi dan kerja sama masin-masing pihak, namun dalam prakteknya kondisi ini seringkali bias. Dimana masyarakat selalu hanya menjadi korban dari kepentingan pihak pemerintah dan swasta yang mengabaikan kepentingan sipil society. Aspirasi masyarakat tidak pernah didengar oleh penguasa di daerah. Bahkan pemerintah cenderung memaksakan keinginan-keinginan kelompok tertentu. Cara seperti ini membuat harapan untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang tersusun atas asosiasi-asosiasi sukarela para individu yang otonom dan setara tidak akan terwujud karena sering di kaburkan oleh keinginan penguasa dan sector swasta. 


Untuk mencegah penyelewengan distribusi kekuasaan kepada kelompok tertentu harusnya ada ruang public yang bisa mempertemukan keinginan semua elemen masyarakat. Dengan mempertemukan ketiga pihak dalam ruang public ini yang merupakan inti dari pemerintahan good governance, keinginan-keinginan dan kegelisahan politis warga yang selama ini masih kabur dan samar bisa diperjelas, karena masing-masing pihak diberi kebebasan untuk mengemukakan keinginan masing-masing. Konsep ruang public ini juga bisa mendorong partisipasi seluruh warga Negara untuk mengubah praktek-praktek sosio politis mereka lewat reformasi hukum dan politik secara komunikatif, sehingga benturan-benturan karena perbedaan pandangan bisa di pertemukan. 

Ruang public yang melibatkan pihak pemerintah, swasta dan masyarakat sipil ini seringkali dikacaukan oleh kekuatan pasar di berbagai area kehidupan. Sehingga yang paling sering di jumpai adalah pemerintah justeru memaksakan keinginan hanya karena mengikuti keinginan kelompok tertentu saja. Kondisi ini mancabik ruang public yang utuh dan otonom dari imperatif-imperatif pasar dan Negara yang selama ini dianggap sebagai syarat terpenting bagi demokrasi.Ruang public disini oleh para pelaku pasar menerjemahkan ruang public ini sebagai area pergulatan yang sarat dengan kepentingan. Padahal konsep ruang public ini bukan sebagai arena pergulatan kepentingan tetapi merupakan arena dimana deliberasi dan diskusi rasional berlangsung, disamping itu selera dan kepentingan dipandang tidak ada dalam ruang publik ini.




Malang, 26 Juli 2011
Gang 19. Kav. 7/7