Selamat Datang

Mencoba Melukis Makna Dalam Deretan Aksara

Minggu, 07 Agustus 2011

Kreatifnya Sopir Truck



Hal yang paling saya sukai ketika berada di pinggir jalan adalah menunggu truck lewat kemuadian membaca tulisan yang ada dibelakang setiap truck. Beberapa hari lalu saat saya keluar untuk ngabuburit di SOEHAT bersama teman, saya sempat membaca tulisan di sebuah truck pengantar barang yang menurut saya itu adalah sebuah tulisan yang sangat kreatif. Di bak belakang tertulis dengan huruf besar “Pesan Terkirim”.

Bagi yang ingin tahu sekreatif apa para sopir truck ini dalam membuat rangkaian kata aneh di belakang truck mereka, dibawah ini saya mencoba menuliskan tulisan yang sering terpampang di belakang truck yang kata-kata mutiaranya bagi saya sedikit aneh..

New Fear The Me Is3 (Nyupir demi Isteri)
Sekarang bayar besok gratis
Matshibitsha (Plesetan dari mitshubitshi)
Pergi karena tugas, Pulang karena beras
Rejekiku dari She Late mu (Tertulis di truk sedot tinja)
Pulang malu, tak pulang rindu
Ora Sama Bin Lain (Plesetan dari Osama Bin Laden)
Besar di rantau, Tua di jalan
Sekarang bayar besok gratis
The Me Anak is3 (demi anak isteri)
Cintamu tak semurni bensinku
Bersatu dipangkalan, bersaing di jalanan
Mencari nafkah demi desah
Lupa namanya ingat rasanya.
Utamakan Sarapan





















Malang, 07 Agustus 2011

Catatan Renungan Ramadhan 5


Menabung Energi Positif Dengan Berbuat Baik

Perbuatan yang baik adalah perbuatan yang dilakukan bukan untuk mendapatkan pujian duniawi maupun karena menginginkan sesuatu atau hanya karena sekedar ingin kita dikatakan sebagai orang yang baik. Tapi perbuatan yang baik adalah sebuah sikap dalam melakukan sesuatu yang didasari oleh kecintaan kepada Allah SWT. Dalam salah satu firman, manusia dianjurkan untuk selalu berbuat baik, dimana dalam firman tersebut berbunyi “berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”, (Surat Al Qashas:77). Sesuatu tidak pantas disebut sebagai perbuatan baik kalau dalam niat kita melakukan sesuatu karena dilandasi oleh sikap tertentu yang dilandasi oleh adanya keinginan-keinginan lain. Di sebagaian besar masyarakat sudah memanipulasi dan membiaskan perbuatan baik ini untuk kepentingan tertentu. 

Kalau memang ingin berbuat baik, berbuat baiklah karena memang kita menginginkan untuk melakukan perbuatan itu, bukan melakukan perbuatan baik hanya karena kita menginginkan sesuatu dibalik setiap perbuatan yang kita lakukan. Dalam hal ini saya sepakat dengan konsep ichsan yang di kemukakan oleh Ari Ginanjar Agustian dalam bukunya ESQ Power bahwa pada tingkatan ichsan ini manusia sudah bertindak bukan lagi didasari oleh motif untuk memperoleh sesuatu yang sifatnya duniawi, tapi pada tingkatan ichsan ini orang sudah tidak peduli lagi dengan hal-hal yang sifatnya kepentingan dunia karena mereka sudah menempatkan kepentingan mereka dalam setiap perbuatan baiknya karena didasari oleh kecintaan mereka kepada Allah SWT. Mereka menolong orang lain bukan lagi di dasari oleh keinginan balas budi dari orang yang di tolong tapi mereka hanya mengharapkan bantuan dari Allah SWT.


Berbeda dengan konsep ESQ Power dari Ari Ginanjar Agustian, konsep dalam kubik leader ship justeru membagi energy dalam perbuatan baik menjadi dua yaitu energy positif dan energy negative dengan pendekatan tabungan. Dalam konsep kubik leader ship ini menganggap bahwa ketika kita melakukan perbuatan baik sama halnya dengan kita menabung energy positif dan semakin banyak perbuatan baik yang kita lakukan maka energy positif kita makin menggelembung, begitu juga sebaliknya. Setiap perbuatan buruk yang kita lakukan akan menjadi tabungan energy negative kita. Sehubungan dengan konsep tabungan energy positif dan negative ini, Allah dalam sebuah firmannya mengatakan bahwa setiap orang akan mendapatkan imbalan dari setiap perbuatan yang dilakukan baik ataupun buruk, bahkan sekecil zarahpun perbuatan yang kita lakukan Allah pasti memberikan apa yang telah kita lakukan.

Setiap tabungan energy positif maupun energy negative sebagaimana firman diatas berarti bahwa Allah akan mencairkan setiap tabungan perbuatan yang kita tabung, entah pencairannya di akhirat nanti atau langsung dicairkan di dunia. Sebuah kisah sebagai contoh tentang pencairan tabungan didunia dalam catatan ini saya ingin mengisahakan tentang seorang gadis kelaparan yang meminta makan kepada seorang ibu dan ibu tersebut memberi gadis tersebut sepotong roti dan segelas susu. Hari berlalu hingga suatu hari ibu tersebut jatuh sakit dan dia divonis harus menjalani operasi yang biayanya cukup mahal dan ibu tersebut tidak memiliki keuangan yang cukup untuk biaya operasi tersebut. Setelah operasi dilakukan, ibu tersebut kebingungan dimana dia akan mengambil uang untuk biaya tersebut, ditengah kagalauan memikirkan biaya operasi tersebut seorang suster memberi sepucuk surat kepada ibu tersebut. Isi suratnya singkat, padat dan jelas tapi tulisan itu membuat mata sang ibu mengkristal oleh butiran air mata haru. Isi suratnya berbunyi biayanya sudah lunas dibayar dengan segelas susu dan sepotong roti. Ternyata dokter yang mengangani dan mengoperasi sang ibu adalah seorang gadis kelaparan yang pernah ia bantu. Namun tidak selamanya orang kita bantu akan membantu kita seperti kisah diatas, kadang balasan energy positif yang kita tabung bisa dicairkan lewat bantuan orang yang belum pernah kita bantu. 

Salah satu manfaat dari ribuan manfaat berbuat baik ini ditulis dalam sebuah majalah science asal Amerika menyebutkan bahwa berbuat baik memberi manfaat bagi kesehatan tubuh seseorang. Oleh seorang psikolog dari The University of Michigan menemukan rahasia besar ini. Dalam risetnya yang berlangsung selama lima tahun, para ilmuwan meneliti 423 pasangan suami isteri berusia lanjut. Dalam proses penelitian yang berlangsung selama beberapa tahun ini, ada 134 objek penelitian yang meninggal dunia. Para peneliti menemukan, efek dari bantuan yang diperoleh dari orang lain hanya menimbulkan perubahan yang sangat kecil terhadap rasio kematian pribadi.


Tetapi yang membuat orang terkejut ialah, ternyata memberikan bantuan kepada orang lain sungguh bermanfaat bagi diri sendiri. Di luar faktor umur, jenis kelamin, kondisi tubuh, kondisi jiwa serta tingkatan sosial-ekonomi, peneliti menemukan, memberi bantuan “bidang materi” pada orang lain akan menurunkan rasio penyebab kematian 42%, sedangkan memberi dukungan moril kepada orang lain pun dapat menekan tingkat kematian menjadi 30%. Terhadap hasil penelitian ini, Toni Antonucci seorang psikolog dari Universitas Michigan berkomentar bahwa “kita jelas telah mengabaikan pentingnya faktor berbuat kebaikan itu”. Salah seorang peneliti yang bernama Stephanie L. Brown menyatakan, “tampaknya jika kita ingin bertambah umur panjang, tiada salahnya kita coba membantu dan memberi perhatian pada orang lain”.

Setiap perbuatan-perbuatan yang kita lakukan pasti akan dicairkan, istilah yang populer dalam masyarakat untuk hal ini adalah apa yang di istilahkan dengan sebutan karma. Dimana ketika kita melakukan perbuatan, baik atau buruk maka kita juga akan memperoleh perbuatan yang setimpal dengan apa yang telah kita lakukan. Dan Allah tidak akan pernah salah dan keliru dalam mencairkan setiap tabungan perbuatan baik setiap orang. Kalau yang kita tabung adalah energy negative maka Allah akan mencairkan energy negative juga, sebaliknya kalau yang ditabung energy positif Allah mencairkan dalam  hal yang positif juga. Kalau kita mencoba untuk merenungi setiap apa yang kita dapatkan hari ini adalah hasil dari setiap perbuatan baik kita terhadap orang lain. Jadi tidak berlebihan kalau ada yang mengatakan kalau rejeki kita ada sama orang lain dan setiap harta yang kita miliki ada hak bagi orang lain. Karena itu berbagi dengan orang lain adalah salah satu perbuatan baik dan dengan berbagi berarti kita telah memberikan apa yang menjadi hak mereka sekaligus memperpanjang usia hidup kita di dunia.




Malang, 07 Agustus 2011
Gang 19 Kav. 7/7

Sabtu, 06 Agustus 2011

Ketika Masjid dan Rumah Bordil Roboh

ADA DUA LELAKI. Keduanya adalah saudara kandung. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda.
Yang tua, sejak kecil dikenal baik, alim dan ahli ibadah. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Tidak suka hura-hura. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya, namun ia teguh dalam keimanannya. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat.

Sedangkan adiknya, sangat berbeda dengan kakaknya. Sejak kecil ia dikenal nakal. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok, untuk merampas harta orang lain. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat. 

Suatu ketika, sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya, “Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya. Sesekali saja. Setelah itu kau bisa tobat. Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?. Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Ia berkata pada diri sendiri, “Benar juga. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri? Hidup cuma sekali. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.”

Sementara di rumah bordil. Adiknya juga merenung. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. Nuraninya berkata, “Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Bermacam maksiat telah aku lakukan. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Juga masyarakat, mereka memusuhiku karena kejahatanku. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Ah, bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. Hidup susah di akhirat sana. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Aku mau tobat dan ikut shalat. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu.”

Dan benarlah. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. Usai shalat maghrib, sang kakak kembali ke rumah, ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Adapun sang adik, telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama, sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan. Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Namun tidak ada. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur.  

Di tempat lain, sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. Ia mencari-cari kakaknya, ternyata tidak ada. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. Ia bertanya pada penjaga masjid, namun ia tidak tahu kemana perginya. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata.

 
Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya. “Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan. Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. Ia tidak merasakan ada gempa. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil. Ia sama sekali tidak merasakan gempa. Goncangan gempa malam itu cukup keras. Beberapa bangunan roboh. Termasuk masjid dan rumah bordil. Keesokan harinya. Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada. 

Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. Mereka tidak habis pikir, orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Hanya Allah yang tahu. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. Na’udzubillahi min dzalik. Bahwa niat baik harus selalu dijaga, agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Akhir hidup yang diridhai-Nya.

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. Amin, ya Rabbal ‘Alamin.”

Sumber "Diatas sajadah cinta" Habiburrahman El Shirazy.. Penerbit Republika, Cetakan X.


Malang, 06 Agustus 2011

Mama Minta Pulsa Edisi Ramadhan.


Saya hanya mencoba menuliskan humor yang saya kutip dari inbox sms yang masuk ke nomor saya.

"Tolong kirim mama kolak, cendol, cemilan ke kantor polisi sekarang! Jangan telpon mama, mama sedang puasa di kantor polisi. Ingat! jangan kirim mama pulsa tapi kolak, cendol, cemilan. Mama udah tobat maintain pulsa".


Malang, 06 Agustus 2011

Surat Cinta Penjual Buah Kepada Penjual Sayur



Surat putus cinta dari Captain Zen, seorang penjual buah:

Wajahmu memang manggis, sifatmu juga melonkolis… tapi hatiku nanas karena cemburu… sirsak napasku, hatiku anggur lebur… menjadikan delima dalam hidupku… memang ini juga salakku, jarang apel malam minggu… ya Tuhan mohon belimbing-Mu, perpisangan ini sungguh menyakitkan… semangka kau bahagia dengan pria lain… sawonara…

cium mesra dari Aak Zen


Surat balasan dari (mantan) pacarnya yg bernama Mehvi Effinda, seorang penjual sayur:

Membalas suratmu kentang perpisahan kita, brokoli-koli sudah kubilang jangan tiap dateng rambutmu selalu kucai… brewok di jagungmu gak pernah di cukur… disuruh dateng malam minggu, eh nongolnya hari labu… ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin pare… kalo mau nelpon aku aja mesti ke wortel… terus terong aja, cintaku padamu sudah lama tomat… jangan kangkung aku lagi… cabe dehhhhhh!!! 

Sumber: http://pelangiku.com/



Malang, 06 Agustus 2011

Catatan Renungan Ramadhan 4



Menafsir Surat Al Ashr

Dalam catatan ini saya hanya mencoba menguak pesan yang Allah berikan lewat surat Al Ashr dengan menggunakan pendekatan para motivator. Dalam surat ini kebanyakan berbicara tentang waktu sebagaimana arti dari surat Al Ashr (demi masa, demi waktu). Allah tidak akan memberikan ayat ini kepada manusia seandainya tidak memiliki keutamaan. Dalam surat ini erat kaitannya kesuksesan, kebahagiaan, keuntungan dan berbagai kebaikan-kebaikan lainnya. Namun sangat jarang manusia yang melihat dan memahami makna yang tersirat dalam surat ini. Kebanyakan manusia memahami surat ini hanya sebagai surat pendek biasa yang hanya cocok dibaca saat shalat saja. Ada juga sebagian yang memahami arti dari bacaannya namun kadang sulit untuk mengaplikasikan makna dari surat tersebut.

Dalam surat ini Allah seolah berwasiat kepada kita untuk menggunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya. Waktu yang bisa dikelola dengan baik akan mendatangkan manfaat bagi bagi kita, sebaliknya ketika kita tidak mampu memanfaatkan waktu maka akan menjadi bencana. Mengenai hal ini seorang penutur kearifan mengatakan bahwa waktu itu seperti pedang bermata dua, ketika kita mampu menggunakannya maka akan membawa manfaat sebaliknya jika kita tidak bisa mengendalikannya akan melukai diri kita sendiri. Banyak orang sukses didunia ini dikarenakan kemampuan mereka mengelola waktu mereka. Satu hal yang membedakan orang sukses ini dengan orang gagal adalah orang sukses mengelola waktu sementara orang gagal menjual waktu mereka. 


Ada sesuatu yang sangat bijaksana dan saya sukai dalam perintah ini. Disini Allah tidak menyebutkan capaian sasaran bagi yang bisa mengelola waktu ini. Tapi Tuhan memerintahkan kita pada pondasi kesuksesan dengan menitik beratkan pada pengelolaan waktu. Bukannya pada perintah mengejar kesuksesan secara langsung, seandainya kita diperintah untuk mengejar kesuksesan belum tentu kita bisa mencapai apa yang kita inginkan, karena kesuksesan hanya bisa dicapai kaetika kita mampu mengelola waktu dengan baik. Sehingga surat ini merupakan salah satu petunjuk bagi kita untuk bisa mencapai kesuksesan, dimana kunci kesuksesan itu adalah waktu. Ketika kita memahami rahasia dibalik waktu dan mengaplikasikannya dengan benar, maka kesuksesan itu bisa di capai.

Banyak orang sukses didunia ini ketika ditanya mengenai kunci keberhasilan mereka, mereka selalu mengatakan bahwa kunci kesuksesan adalah waktu. Seorang milyarder mengatakan bahwa mata uang paling berharga adalah waktu, menurutnya uang yang hilang bisa di cari tapi waktu yang berlalu tidak dapat kembali. Sementara Robert T. Kiyosaki, salah satu orang superkaya pengusaha properti, dia begitu menghargai waktu hingga mengatakan orang kaya adalah orang yang memiliki banyak waktu dan memiliki banyak uang.
 
Surat Al Ashr ini adalah surat yang ringkas, singkat dan memiliki kesan umum, namun apabila kita menyelaminya lebih dalam dan mengurai tirai demi tirai hikmah yang ada dalam surat ini, kita akan dibuat terkagum-kagum, karena walaupun singkat namun surat ini sarat akan makna yang mampu menjangkau semua segi kehidupan. 



Malang, 06 Agustus 2011
Gang 19 Kav. 7/7

Jumat, 05 Agustus 2011

Catatan Emas


Ini adalah catatan yang keseratus, sebelumnya saya sangat tidak yakin kalau saya akan mampu menetaskan sebanyak ini. Karena jujur saya sangat yakin kalau menulis itu sulit, saat-saat awal menulis saya menghabiskan waktu satu minggu untuk sebuah tema tulisan ringkas. Tapi akhir-akhir ini saya bisa menulis sampai empat tema dalam sehari walaupun belum sebagus yang ditulis orang lain. Namun buat saya dengan pemahaman yang minim soal menulis adalah sebuah prestasi bisa mengoleksi catatan sebanyak seratus tema yang beda ditengah kesibukan lain yang membutuhkan curahan waktu dan tenaga yang tidak sedikit

Apa yang di ungkapkan oleh para penutur kearifan bahwa yang berat bukanlah menempuh jarak yang jauh tapi yang berat itu adalah memulai langkah pertama, hal ini saya akui kebenarannya bahwa memulai itu adalah sebuah kesulitan. Seandainya sejak awal saya hanya memikirkan betapa sulitnya menulis tentu sampai hari ini belum ada satu catatanpun yang bisa saya hasikan.Daripada sibuk memikirkan kesulitan-kesuitan yang di hadapi lebih baik saya sibuk menulis walaupun masih kacau, Sebagaimana yang dikatakan penutur kebeningan bahwa dari pada sibuk memikirkan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi mending sibuk melakukan apa yang yang kita ingin lakukan dengat begitu paling tidak kita telah berbuat.



Malang, 05 Agustus 2011